Penerapan Design Thinking dalam Proyek Sistem Informasi di Era Globalisasi
Di era
globalisasi ini, Sistem Informasi menjadi salah satu bidang yang paling terpengaruh
oleh perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pengguna. Untuk
menghasilkan solusi yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pengguna,
pendekatan Design Thinking menjadi sangat penting dalam pengembangan proyek
Sistem Informasi.
Design Thinking
adalah sebuah pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah kompleks
dengan fokus pada pengguna akhir. Pendekatan ini menggabungkan pemahaman
mendalam tentang pengguna, penciptaan dan eksperimen dengan berbagai ide, serta
pengujian solusi untuk menemukan solusi yang inovatif dan efektif. Design
Thinking menempatkan pengguna sebagai pusat dari proses desain, dengan fokus
pada memahami kebutuhan, keinginan, dan tantangan yang dihadapi oleh pengguna.
Sebagai
mahasiswa Sistem Informasi di Universitas Internasional Batam, kami telah
menerapkan Design Thinking dalam berbagai proyek. Salah satu contohnya adalah
ketika kami mengembangkan sistem manajemen inventaris untuk perusahaan
e-commerce yang sedang berkembang. Adapun lima poin penerapan design thinking
guna memecahkan masalah yang dikerjakan ialah sebagai berikut:
1.
Empati: Dalam tahap ini, kami
melakukan wawancara dengan pemilik perusahaan dan pengguna potensial untuk
memahami tantangan yang mereka hadapi dalam manajemen inventaris. Kami juga
melakukan observasi langsung untuk memahami proses yang sedang berlangsung.
2.
Definisi: Berdasarkan hasil
wawancara dan observasi, kami mendefinisikan permasalahan dengan jelas. Kami
menemukan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan adalah
kesulitan dalam melacak inventaris mereka secara efisien.
3.
Ide: Setelah mendefinisikan
masalah, kami mengumpulkan sebanyak mungkin ide untuk menyelesaikan masalah
tersebut. Kami mengadakan sesi brainstorming dan menghasilkan berbagai ide,
mulai dari penggunaan teknologi RFID hingga pengembangan aplikasi mobile untuk
melacak inventaris.
4.
Prototipe: Kami memilih ide
yang paling menjanjikan dan membuat prototipe solusi berupa aplikasi mobile
yang memanfaatkan teknologi QR code untuk melacak inventaris. Kami kemudian
melakukan pengujian internal untuk memastikan bahwa aplikasi ini berfungsi
dengan baik.
5. Pengujian: Terakhir, kami menguji prototipe dengan pengguna akhir, yaitu staf perusahaan e-commerce, untuk mendapatkan umpan balik. Dengan menggunakan umpan balik ini, kami melakukan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut pada aplikasi kami.
Eko Mufariadi Ilham-1831039, Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Internasional Batam
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email
No Comments